Penyakit Streak Jagung di Sulawesi Tenggara
Maize Streak Disease in Southeast Sulawesi
Dewi Ratna Wulan1, Rahmatia Syaman2, An Nuur Lathif Perdana Putra3, Suryadin1

1Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari, Wilayah Kerja Pelabuhan Laut Kendari
2Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari, Laboratorium BKP II Kendari
3Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari, Wilayah Kerja Pelabuhan Penyebrangan Kolaka

Abstrak

Penelitian ini bertujuan mendeteksi penyakit yang disebabkan oleh Maize streak mastrevirus (MSV) berdasarkan uji Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA) di pertanaman jagung di Sulawesi Tenggara. Penelitian dilaksanakan dari Maret sampai September 2018 dengan metode survei di beberapa sentra pertanaman jagung yaitu Kabupaten Konawe, Konawe Selatan, Kolaka Timur, Kolaka, Kolaka Utara, dan Bombana, yang dilanjutkan dengan uji ELISA di laboratorium. Pengambilan sampel dilakukan secara acak purposif pada daun jagung yang menunjukkan gejala. Hasil uji ELISA menunjukkan bahwa pertanaman jagung di empat kabupaten di Sulawesi Tenggara yaitu Kabupaten Konawe, Konawe Selatan, Bombana, dan Kolaka Utara positif terinfeksi MSV, sedangkan dua kabupaten lainnya yaitu Kolaka Timur dan Kolaka negatif MSV. Gejala khas infeksi MSV di Sulawesi Tenggara yaitu berupa gejala streak atau goresan klorotik yang sejajar membentuk garis hijau di antara tulang daun.

Kata kunci : Jagung, Maize streak mastrevirus, ELISA.

Pendahuluan

Jagung merupakan salah satu tanaman pangan terpenting di dunia setelah padi dan gandum. Di Indonesia, saat ini jagung menjadi komoditas nasional yang cukup strategis. Secara nasional, produksi jagung mengalami pertumbuhan positif dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 5,89% per tahun. Tahun 2016, produksi jagung sebesar 23,19 juta ton atau naik sebesar 18,23% dari tahun sebelumnya dengan produktivitas sebesar 52,82 ku ha-1 atau meningkat sebesar 2,94% (Pusdatin, 2016). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (2018), produksi jagung provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2015 sebesar 68.141 ton biji kering dengan produktivitas sebesar 28,46 ku ha-1.

Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi jagung di Sulawesi Tenggara yaitu dengan mendatangkan bibit dari luar daerah. Namun, di lapang, upaya budidaya untuk meningkatkan produksi jagung terus mendapat ancaman terutama dari faktor penyakit tanaman. Selain itu, pemasukan bibit jagung ke Sulawesi Tenggara dari luar daerah memberi potensi penyebaran penyakit yang sebelumnya tidak ada menjadi ada. Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai adalah Maize streak mastrevirus (MSV) yang dilaporkan belum ada di Sulawesi Tenggara (CABI, 2018). Metode deteksi yang dapat digunakan sebagai screening awal yang cepat dan aplikatif adalah dengan teknik enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mendeteksi penyakit yang disebabkan oleh Maize streak mastrevirus (MSV) berdasarkan uji Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA) di pertanaman jagung di Sulawesi Tenggara

Bahan dan Metode
Bahan

Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel tanaman jagung yang menunjukkan gejala streak atau goresan klorotik yang sejajar membentuk garis hijau di antara tulang daun, MSV complete kit Direct ELISA (Agdia, Inc.), dan larutan-larutan buffer.

Metode

Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret sampai Oktober 2018 menggunakan metode survei di pertanaman milik petani di beberapa Kabupaten di Sulawesi Tenggara. Pengambilan sampel dilakukan secara acak purposif pada daun jagung yang menunjukkan gejala. Deteksi dilakukan dengan teknik direct ELISA di Laboratorium Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari, Sulawesi Tenggara. Metode pengujian ELISA mengikuti protokol pengujian yang disediakan oleh produsen antibodi (Agdia, Inc.). Analisis kuantitatif hasil ELISA dilakukan dengan mengukur nilai absorbansi ELISA menggunakan ELISA reader pada panjang gelombang 405 nm. Suatu sampel dinyatakan positif bila nilai absorbansi sampel tersebut berjumlah dua kali lebih besar dibandingkan dengan nilai absorbansi kontrol negatif.

Hasil dan Pembahasan

Deteksi serologi MSV sebagai penyebab penyakit streak pada tanaman jagung dilakukan guna mendeteksi keberadaan dan penyebaran MSV di pertanaman jagung di Sulawesi Tenggara yaitu Kabupaten Konawe, Konawe Selatan, Kolaka Timur, Kolaka, Kolaka Utara, dan Bombana. Berdasarkan hasil uji ELISA diketahui bahwa tanaman jagung yang terdapat di empat wilayah pengambilan sampel telah positif terinfeksi oleh MSV, sedangkan dua kabupaten lainnya yaitu Kolaka Timur dan Kolaka negatif MSV. Sampel yang positif terinfeksi MSV ditunjukkan dengan visualisasi warna hasil pengujian ELISA berwarna kuning dengan nilai absorbansi sampel sebesar dua kali dari nilai absorbansi kontrol negatif yang terbaca oleh ELISA reader pada panjang gelombang 405 nm sebagaimana yang disajikan pada Gambar 1 dan Tabel 1.

Gambar 1. Visualisasi warna hasil pengujian ELISA dari pertanaman jagung di Sulawesi Tenggara. (KN) Kabupaten Konawe, (KS) Kabupaten Konawe Selatan, (KT) Kabupaten Kolaka Timur, (KL) Kabupaten Kolaka, (KU) Kabupaten Kolaka Utara, (BO) Kabupaten Bombana, (-) Kontrol negatif, (+) Kontrol positif.

Tabel 1. Hasil deteksi penyakit streak jagung (Maize streak mastrevirus) di pertanaman jagung di Sulawesi Tenggara menggunakan uji ELISA

LokasiNAEKeterangan 
Kabupaten Konawe
Desa Watarema, Kecamatan Lambuya0,369+
Desa Belatu, Kecamatan Pondidaha0,198-
Kabupaten Konawe Selatan
Desa Agondara, Kecamatan Palangga0,213-
Desa Mekar Jaya, Kecamatan Moramo0,202-
Desa Sumbersari, Kecamatan Moramo0,406+
Kabupaten Kolaka Timur
Desa Pomburea, Kecamatan Lambandia0,200-
Desa Orodompi, Kecamatan Mowewe0,196-
Kabupaten Kolaka
Desa Malaha, Kecamatan Samaturu0,205-
Kelurahan Watubangga, Kecamatan Watubangga0,210-
Kabupaten Kolaka Utara
Desa Pumbolo, Kecamatan Wawo0,385+
Desa Lasusua, Kecamatan Lasusua0,214-
Desa Uluwawo, Kecamatan Wawo0,223-
Kabuapaten Bombana
Desa Watu-Watu, Kecamatan Lantari Jaya0,199-
Desa Toburi, Kecamatan Poleang Utara0,370+
NAE = nilai absorbansi ELISA. NAE kontrol positif (+) = 0,580; NAE kontrol negatif (-) = 0,183

Secara umum, berdasarkan uji ELISA diketahui bahwa tanaman jagung di Sulawesi Tenggara telah terdeteksi positif terinfeksi penyakit streak jagung yang disebabkan oleh MSV. Dari Tabel 1 terlihat bahwa lokasi pertanaman jagung yang positif terinfeksi MSV yaitu di Kabupaten Konawe (NAE 0,369), Konawe Selatan (NAE 0,406), Kolaka Utara (NAE 0,385), dan Bombana (NAE 0,370). Sedangkan dua kabupaten lainnya yaitu Kolaka Timur dan Kolaka negatif MSV dengan nilai NAE masing-masing yaitu 0,196‒0,200 dan 0,205‒0,210.

Gambar 2. Gejala infeksi MSV pada tanaman jagung

Gejala infeksi MSV pada tanaman jagung yaitu adanya bercak kecil, bulat berwarna krem sampai putih yang tersebar pada daun muda. Bercak berkembang memanjang dan bersambung satu sama lain membentuk goresan klorotik yang tersebar merata pada seluruh permukaan daun (Gambar 2). Kemudian goresan klorotik yang sejajar dan bergabung sebagian atau seluruhnya membentuk garis atau potongan garis hijau di antara tulang daun. Selain jagung, MSV juga menginfeksi tanaman lain yaitu gandum, barley, oats, rye, padi, tebu, teosinte, jewawut, dan beberapa rumput liar (Dupont, 2010).

Metode ELISA merupakan suatu metode pengujian serologi yang didasarkan pada terbentuknya kompleks ikatan antara antibodi dengan antigen di dalam sumuran plat mikrotiter ELISA. Di Indonesia, teknik ELISA telah digunakan untuk deteksi beberapa virus patogen diantaranya mendeteksi Citrus triteza virus dari tubuh kutu daun asal jeruk Siompu, Pulau Siompu, Kabupaten Buton (Sulawesi Tenggara) (Taufik dan Bande, 2002), Tobacco mosaic virus pada tanaman cabai asal Kabupaten Kolaka, Konawe Selatan, Kendari dan Konawe (Sulawesi Tenggara) (Taufik et al., 2011), Potyvirus penyebab penyakit mosaik pada tanaman nilam asal Sulawesi Tenggara (Taufik et al.,2014), dan Soybean mosaic virus pada tanaman kedelai asal Kendari, Konawe, dan Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara) (Wulan, 2017).

Reaksi kompatibel antara antibodi dengan antigen ditunjukkan dengan adanya perubahan warna pada lubang plat mikrotiter (Dijkstra et al., 1998). Taufik et al. (2014) mengungkapkan bahwa sampel positif ditandai dengan adanya perubahan warna menjadi kuning pada sampel yang diuji. Perubahan warna menjadi kuning pada lubang plat mikrotiter yang diduga terinfeksi MSV menunjukkan bahwa sampel uji bereaksi positif dengan antibodi MSV.

Pada penelitian ini diperoleh informasi bahwa penyakit streak jagung yang disebabkan oleh MSV pada tanaman jagung telah terdeteksi positif ada di Sulawesi Tenggara. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat dikatakan memberikan informasi baru mengenai keberadaan penyakit MSV sehingga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan mengenai langkah-langkah pengendalian penyakit tanaman terutama penyakit yang disebabkan oleh MSV di Sulawesi Tenggara pada khususnya dan wilayah negara Republik Indonesia pada umumnya.

Kesimpulan

Hasil uji ELISA menunjukkan bahwa pertanaman jagung di empat kabupaten di Sulawesi kabupaten yaitu Kabupaten Konawe, Konawe Selatan, Bombana, dan Kolaka Utara positif terinfeksi MSV, sedangkan dua kabupaten lainnya yaitu Kolaka Timur dan Kolaka negatif MSV.

Daftar Pustaka

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2018. Statistik Indonesia Statistical Yearbook of Indonesia 2018. Jakarta : BPS-Statistics Indonesia.

[CABI] Centre in Agricultural and Biological Institue. 2018. Maize streak virus (streak disease of maize). https://www.cabi.org/isc/datasheet/32620 diakses tanggal 8 April 2018.

[Pusdatin] Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian. 2016. Outlook Komoditas Pertanian Sub Sektor Tanaman Pangan Jagung. Jakarta : Kementerian Pertanian.

Dijkstra, J., C. P. de Jager. 1998. Practical Plant Virology Protocol and Exercises. Springer-Verlag, Berlin, Heidelberg, New York.

Pioner. 2010. Maize Streak Virus (MSV). Field Fact 5 (6) 1‒2.

Taufik, M., A. Hasan, A. Khaeruni, H.S. Gusnawaty, S. Mamma. 2014. Deteksi Potyvirus pada nilam (Pogostemon cablin (blanco) benth) dengan teknik ELISA di Sulawesi Tenggara.  J Agroteknos 4 (1): 53‒57.

Taufik, M., A. Khaeruni, W.S. Rombe. 2011. Penggunaan ELISA untuk mendeteksi Cucumber mosaic virus dan Tobacco mosaic virus pada tanaman cabai. Jurnal Fitomedika 7(3): 195-200.

Taufik, M., L.O.S. Bande. 2002. Deteksi keberadaan Citrus tristeza virus (CTV) dan serangga vektornya pada jeruk Siompu di Provinsi Sulawesi Tenggara. Habitat 8(3): 185‒192.

Wulan, R.D.R. 2017. Deteksi Soybean mosaic virus Pada Tanaman Kedelai Dengan Teknik ELISA di Sulawesi Tenggara. Tesis. Universitas Haluoleo, Kendari.

Comments

comments

Kategori: ARTIKEL